BAGAIMANAKAH KITA ?
Kini bulan malu menampakkan
batang hidungnya
Bintang enggan bertegur sapa
kembali
Bahkan malam kini mulai pudar di
tengah keramaian kota
Aku sadar betapa tak menawan
sebenarnya angin yang kuhirup dalam
Tetapi semua kawanan mulai memasuki
area pertandingan ini
Apa yang mereka cari apa yang aku
cari apa yang kalian cari
Semua pertanyaan dan pernyataan
menjadi satu tak ada kesimpulan abadi
Hanya tertuju pada pandangan mata
hati
Barang yang keramat
Barang yang disegani semua umat
di kalangan besarnya dunia
Sumber daya sumber daya alam
melimpah ruah
Bukan hanya sumber daya manusia
yang digunakan
Bukan hanya tenaga saja yang kita
galangkan
Tuhan telah memberi Tuhan telah
memerintah Tuhan telah memberi kesempatan
Untuk apa kita siakan ? untuk apa
kita cemooh ?
Hatiku pilu melihat erangan bumi
yang kian menjadi
Seakan selayaknya nama yang tak
indah
Bumi marah langit tak mau
menangis
Siapa yang harus kita salahkan
jika alam seperti ini
Aku kalian mereka siapa lagi ?
Wahai pemuda Indonesia kita
penerus generasi bangsa
Apa yang akan aku berikan kepada
bangsa ?
Apa yang akan kalian berikan
kepada bangsa ?
Apa yang akan mereka berikan
kepada bangsa ?
Jakarta, 27 Oktober 2015
